Kegemukan atau obesitas merupakan istilah khusus untuk suatu kondisi dimana berat badan melebihi standar sehat secara normal. Apabila Anda mengalami kegemukan berarti kadar lemak dalam tubuh Anda lebih banyak daripada massa daging Anda.
Orang dewasa dengan BMI lebih besar dari 30 dapat dikatakan gemuk.
Siapapun yang mengalami kelebihan 100 pon atau dengan BMI lebih dari 40, dianggap sangat gemuk.
Mengonsumsi kalori melebihi jumlah yang dibakar tubuh, dapat mengakibatkan kelebihan berat badan, sehingga berakibat kegemukan. Badan kita menyimpan sejumlah kalori yang tidak terpakai dalam bentuk lemak. Faktor-faktor penyebab kegemukan adalah:
• Mengonsumsi makanan melebihi yang dibutuhkan tubuh.
• Minum banyak alkohol.
• Kurang olah raga.
Beberapa kasus tiroid bisa menjadi faktor utama penyebab peningkatan berat badan. Faktor genetika juga berpengaruh terhadap sebagian kasus kegemukan. Anak-anak dengan orang tua berlatar belakang masalah kegemukan, beresiko 10 kali lebih besar terkena masalah kegemukan dibanding anak-anak yang orang tuanya berberat badan normal.
Kegemukan merupakan ancaman bagi kesehatan. Kelebihan berat badan memberikan tekanan bagi seluruh organ tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko diabetes, stroke, serangan jantung, gangguan ginjal, dan penyakit gallbladder. Kondisi-kondisi seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, yang sering kita jumpai menyerang orang dewasa, juga dapat menyerang anak-anak yang mengalami masalah kegemukan. Disamping itu obesitas bisa menjadi pencetus beberapa jenis kanker, serta mendorong terjadinya osteoarthritis dan sulit tidur.
Obesitas merupakan kondisi yang harus dihindari, karena terjadi akibat ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar, walaupun jumlah energi yang masuk melebihi yang keluar.
Contoh Menu Diet 1300 kkal | Contoh Menu Diet 1500 kkal | Contoh Menu Diet 1700 kkal
Waktu |
Menu |
Bahan Makanan |
URT |
Berat (gr) |
Energi (kkal) |
|---|---|---|---|---|---|
| Pagi Snack |
Roti isi omelet susu skim apel |
roti margarine telur daun selada tomat susu skim bubuk |
2 iris 1/2 sdm 1 btr 1 lbr 1/2 bh 4 sdm 1 bh |
40 5 60 10 50 20 150 |
88 45 95 1.5 10 110 80 |
| Natur Fiber | serat | 1 sachet | 8 | 0 | |
| Siang Snack |
gado-gado lontong ayam goreng pisang ambon rujak buah |
ayam minyak pepaya nanas bengkuang mangga |
1 porsi 1 ptg 1 sdm 1 bh sdg 1/2 ptg 1/8 bh sdg 1/2 bh sdg 1/4 bh sdg |
300 50 10 75 50 50 50 25 |
237 95 45 40 20 30 30 20 |
| Natur Fiber | serat | 1 sachet | 8 | 0 | |
| Sore | nasi daging bumbu balado sayur bening bayam semangka |
nasi daging minyak bayam |
3/4 gls 1 ptg sdg 1/2 sdm 1 mgk 1 ptg bsr |
100 50 5 100 150 |
175 95 45 50 40 |
| Natur Fiber | serat | 1 sachet | 8 | 0 | |
| Malam | Natur Slim | minum 3-6 pil setiap malam sebelum tidur | |||
| Total Kalori | 1351,5 | ||||
Disarankan :
Istilah “normal”, “overweight” dan “obese” dapat berbeda-beda, masing-masing negara dan budaya mempunyai kriteria sendiri-sendiri, oleh karena itu, WHO menetapkan suatu pengukuran / klasifikasi obesitas yang tidak bergantung pada bias-bias kebudayaan. Kekurusan tidak ditentukan hanya dengan melihat keadaan fisiknya. Untuk menentukan kurus-tidaknya tubuh, perlu dilakukan pengukuran.
BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena resiko penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya. Seseorang dikatakan obese dan membutuhkan pengobatan bila mempunyai BMI di atas 30, dengan kata lain orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20%.
Metoda yang paling berguna dan banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah BMI (Body Mass Index), yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak tergantung pada umur dan jenis kelamin.
Keterbatasan BMI adalah tidak dapat digunakan bagi:
• Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
• Wanita hamil
• Orang yang sangat berotot, contohnya atlet
Parameter yang digunakan, adalah membandingkan bobot dengan tinggi badan. Salah satu metode yang bisa dipakai adalah indeks massa tubuh (IMT).
IMT= BB (kg)/TB2 (m2)
Klafisikasi IMT menurut patokan yang dikeluarkan WHO (Badan Kesehatan Dunia) sebagai berikut :
• < 6 : underweight berat
• 16,0 - 16,99 : underweight sedang
• 17,0 - 18,49 : underweight ringan
• 18,5 - 22,9 : normal
Metode lain yaitu dengan menghitung bobot badan menggunakan rumus Broca :
Bobot badan ideal (kg) = 90% x {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Khusus untuk pria dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan wanita kurang dari 150 cm, digunakan rumus :
Bobot badan ideal (kg) = {tinggi badan (cm) - 100} x 1 kg
Menurut perhitungan dengan rumus Broca, seseorang dikatakan underweight bila bobot badannya kurang dari 90% bobot badan ideal.